Band rock asal Jakarta yaitu BLACKOUT yang digawangi oleh Azizi – Vocal, Ega – GItar, Iwan X – Bass, Rere – Drum, dan Sastro – Keyboard baru saja menggelar Press Conference Launching dari single ketiga dengan judul Resiko Orang Cantik yang digelar di Barcode Cafe, Kemang. Berbeda dari dua single sebelumnya yaitu Letoy dan Goodbye lagu yang berjudul Resiko Orang Cantik ini sangat terasa sekali balutan blues-nya sungguh harmonis dengan aransemen musik rock sempurna, serta easy listening.

Disamping itu didalam lagu ini terdapat sekali lirik yang lugas dari Blackout sehingga berhasil memotret fenomena yang kerap terjadi di masyarakat luas, meski Blackout merupakan masih berstatus pendatang baru bukan berarti mereka tidak memiliki fanatisme dan totalitas dalam bermusik. justru ini adalah keberhasilan dari sebuah kejenuhan musik tanah air yang sarat dengan maraknya musik pop melayu.

Virus Blackout yang semangat ini membuat musik rock tidak akan pernah mati dalam kancah musik indonesia. Dan terbukti sudah dengan adanya Falcon Records memberikan nuansa baru yang segar.
Baca Selanjutnya tentang Black Out, Virus Baru Musik Rock Tanah Air
Musisi Ahmad Dhani menyatakan bahwa keberadaan musik rock di tanah air memang sedang dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Bahkan boleh dibilang musik rock semakin tergusur oleh musik pop dan melayu yang saat dengan mudah diterima oleh penikmat musik tanah air.

"Sekarang ini, yang mendongkrak musik-musik pop melayu karena hasil RBT yang sebagian besar digunakan masyarakat menengah ke bawah. Musik rock murni memang tidak diminati industri musik," katanya di Yogyakarta, Jumat (2/4)

Meski demikian, pentolan Dewa 19 tersebut mengatakan saat ini musik rock tetap ada di industri musik tanam air, hanya saja masyarakat lebih memilih musik yang standar dan cenderung semakin menurun standarnya.

Dari trend yang kurang menguntungkan bagi musik rock itu, Dewa 19 bahkan harus rehat dan belum lagi aktif hingga waktu yang belum ditentukan karena selera musik saat ini yang cenderung seragam.

"Buat apa membuat musik yang bagus tetapi tidak di respon dengan baik oleh masyarakat, Dewa saja sekarang dalam keadaan tiarap," katanya.

Untuk itu, bos Republik Cinta Management (RCM) ini menyatakan harus mengetahui minat pasar saat ini, tapi tentunya tidak dengan mengikuti musik yang sedang digemari masyarakat saat ini.

"Musikalitasnya harus tetap stabil, tapi juga mengikuti pangsa pasar penyanyi di bawah RCM tentunya. RCM sendiri mempunyai pangsa pasar, misalnya The virgin untuk ABG, Mulan Jamela dan Maha Dewi berkategori dewasa sedangkan Triad bisa masuk di ABG dan dewasa," ujarnya.

Dengan begitu, produser musik seperti dirinya dan penyanyi-penyanyi yang ada di bawah naungan RCM bisa tetap mendapat keuntungan baik dalam hal idealisme dan materiil karen bisa menggabungkan dua elemen penting dalam industri musik tersebut.

"Saat ini artis buatan saya sendiri seperti Maha Dewi dan The Virgin lebih sukses daripada artis rekrutan yang sudah jadi karena pada dasarnya artis RCM harus enak dilihat dan di dengar," tegasnya.
Baca Selanjutnya tentang Musik Rock Tanah Air sedang Tiarap
Upacara penobatan tahunan Rock & Roll Hall Of Fame, berlangsung  beberapa hari lalu di Hotel Waldorf Astoria, Manhattan, New York meresmikan masuknya kelompok musik Genesis, The Hollies, The Stooges, ABBA, Jimmy Cliff serta sejumlah penulis lagu dalam deretan penyanyi dan musisi berkualitas yang sudah dinobatkan sebelumnya. Penobatan tersebut adalah  ajang tahunan Rock & Roll Hall Of Fame yang ke 25 di tahun 2010 ini.

Rock & Roll Hall of Fame  tidak lagi terbatas pada musik Rock & Roll namun kini meluas pada berbagai jenis musik lain, musik yang melakukan terobosan serta punya ciri khas. Kelompok dan tokoh-tokoh musik baru berhak dicalonkan masuk kedalam legenda  Rock & Roll Hall Of Fame, 25 tahun setelah peluncuran rekaman lagu atau album mereka yang pertama.

Genesis kelompok asal Inggris dengan anggota terakhirnya  Phill Collins, Tony Banks dan Mike Rutherford dalam acara ini  hadir tanpa Peter Gabriel yang merintis awal karir kelompok Genesis. Genesis memang sudah jarang tampil bersama Phill Collins mengatakan meskipun mereka tidak lagi merekam album bersama, namun masing-masing tetap mengusung nuansa Genesis pada rekaman album solo mereka.

ABBA kelompok asal Swedia yang terkenal dengan lagu Mama Mia, Dancing Queen  dalam acara penobatan diwakili oleh Benny Anderson dan Anni Frid (Frida) Lyngstad, dua anggota lainnya Bjorn Ulvaeus dan Agnetha Faltskog absen karena kesibukan mereka di Eropa. ABBA sebenarnya telah dinominasikan untuk masuk dalam jajaran Rock & Roll Hall of Fame sejak tahun 1999, 25 tahun setelah mereka merilis albumnya di Amerika, Waterloo. Benny Anderson mengatakan ia sangat senang dengan kehormatan yang mereka terima.

Anni Frid Frida mengatakan kebanggaannya masuk dalam Rock & Roll Hall Of Fame lebih pada prestasinya sebagai wanita yang masuk dalam jajaran legenda, mengingat tokoh musik wanita hanya sekitar 15 % dalam Rock & Roll Hall Of Fame.

The Hollies juga kelompok musik asal Inggris, mewakili kelompok 1960-an. Pendiri kelompok ini Graham Nash, Allan Clarke, Vic Steele, EricHaydock dan Dan Rathbone.. Anggota kelompok The Hollies silih berganti setelah Graham Nash meninggalkan kelompok ini, termasuk Bernie Calvert yang hadir dalam acara penobatan .

Jimmy Cliff penyanyi reggae asal Jamaica dikenal luas dengan lagu I Can See You Clearly Now ketika menerima penobatan Senin malam mengatakan ia besar mendengarkan musik Rock & Roll dan mendapat inspirasi dalam karya-karyanya pada jalur  musik reggae. Jimmy Cliff tahun ini akan merilis album baru berjudul Existence.
Baca Selanjutnya tentang Bintang-Bintang Legendaris Dinobatkan di Rock 'n Roll Hall of Fame 2010
The Cure akan merilis versi re-mastered 3CD album mereka pada tahun 1989 berjudul 'Disintegration' pada tanggal 24 Mei mendatang.

Rilisan album tersebut akan berisi lagu-lagu yang sebelumnya belum pernah dirilis, demo dan nomor yang tidak disensor, ditambah dengan versi live album serta disk asli yang re-mastered.

Paket itu disusun oleh pentolan band The Cure, Robert Smith, dengan menambahkan catatan sebanyak 20-halaman buklet yang akan disertakan ke dalam rilisan tersebut.

The Cure dijuluki dalam Shockwaves NME Awards sebagai "Godlike Geniuses" pada upacara penghargaan tersebut tahun lalu.

The Cure adalah band gothic pop yang terbentuk di Crawley, West Sussex, Inggris pada tahun 1976. Mereka telah mengalami beberapa perubahan line-up mulai dari frontman, vokalis, gitaris dan penulis lagu utama Robert Smith yang kini satu-satunya menjadi anggota tetap dalam band.
Baca Selanjutnya tentang Mei 2010, The Cure Rilis Ulang Album Disintegration
MENYEBUT grup musik Korea, pasti terbayang kumpulan cowok atau cewek berwajah ganteng dan cantik, berkostum meriah, menyanyi sambil menari di atas panggung tanpa memainkan alat musik. Ya, boy band dan girl band menguasai industri musik Korea. Tapi kehadiran grup C.N.Blue yang resmi memulai debut akhir 2009 lalu memberi nuansa lain, juga menjadi gebrakan di industri musik K-pop. Di tengah dominasi grup boy band dan girl band idola remaja, C.N.Blue membawa pesona baru dalam formasi band dengan lagu-lagu rock, di bawah label indie pula.

Mari berkenalan dengan grup band yang namanya merupakan kependekan dari Code Nam Blue. Band ini digawangi empat personel remaja berusia 17-21 tahun: Jung Yong Hwa (vokal dan gitar), Lee Jong Hyun (vokal dan gitar), Kwon Kwang Jin (bas), dan Kang Min Hyuk (drum), dan satu manajemen dengan grup F.T. Island, C&F Music. Karena ini pula, C.N.Blue sering kali disebut F.T Island kedua.

Tapi bukan karena jenis lagu dan gaya mereka mirip lho! Jika mendengar lagu-lagu C.N.Blue tanpa tahu siapa penyanyinya, Anda mungkin terkecoh dan mengira grup ini bukan dari Korea. Lirik lagu mereka kebanyakan berbahasa Inggris, dan layaknya musik band, lagunya kental instrumen gitar yang identik dengan musik rock. Lagu-lagu mereka tidak murni K-pop, malah lebih mirip musik J-rock. Maklum, C.N.Blue sedikit banyak terpengaruh musik Jepang. Berhubung di Korea sepi grup band, C.N.Blue memilih menyelami dan mempelajari musik indie Jepang.

Selain mengusung konsep dan musik yang berbeda dengan grup idola Korea kebanyakan, jalan yang ditempuh untuk mendirikan C.N.Blue juga berbeda. Tidak lewat pelatihan dalam sebuah manajemen artis. Sebelum debut, Jung Yong Hwa cs berkelana di Jepang selama dua tahun. Mulai Juni 2009, mereka memberanikan menggelar berbagai pertunjukan jalanan dan beberapa di kelab malam, sambil mengembangkan kemampuan musik dan aksi panggung. Dan ini sama sekali bukan cara yang mudah.

Meski banyak artis menyatakan masa pelatihan di manajemen adalah masa paling berat, hidup di Jepang dengan bekal bahasa Jepang nol bukan jalan yang mulus bagi para personel C.N.Blue. Apalagi mereka juga harus berjuang sendiri demi menarik perhatian orang.

“Ada kejadian di mana sama sekali tak ada orang yang menonton penampilan kami. Mereka bahkan tidak melirik kami dan hanya lewat,” aku mereka. “Tapi perlahan-lahan penampilan kami mulai menarik perhatian penonton satu per satu.” Sembari menyelami manis pahitnya kehidupan grup musik indie, keempat personel C.N.Blue yang tiga tahun hidup bersama memupuk kekompakan. Mereka bahkan punya julukan untuk masing-masing personel: Jung Yong Hwa si Bangsawan muda, Kang Min Hyuk si Pelajar baik, Lee Jong Hyun si Pemuda Busan yang sering tersasar, dan Jung Shin si Jangkung.

Album mini pertama mereka, Now or Never, rilis Agustus disusul album mini kedua, Voice, pada November tahun lalu. Keduanya dirilis di Jepang dan melahirkan lagu-lagu hit seperti “Let’s Go Crazy”, “Never Too Late”, “Tearsdrop in the Rain”, “Just Please”, dan “Love Revolution”.

Berbekal pengalaman di Jepang, kekompakan yang makin solid, dan lagu-lagu yang matang, C.N.Blue pede memulai debut di Korea awal tahun ini. Pada 14 Januari lalu, album mini pertama di Korea, Blouetory, dirilis. Selain kembali memuat tiga lagu lama dari album Jepang, ada dua lagu baru, “I’m a Loner” dan  “I Will… Forget You.” Dalam waktu dua minggu, singel jagoan, “I’ma Loner”  mendarat mulus di puncak berbagai tangga lagu.

Popularitas C.N.Blue melesat cepat segera setelah penampilan perdana mereka di Music Bank. Aksi panggung C.N.Blue dengan alat musik dan lagu-lagu yang maskulin menyulut histeria para penonton wanita. Sang vokalis, Jung Yong Hwa, makin diburu wanita setelah main di serial You’re Beautiful bareng Jang Geun Seok, Lee Hong Ki, dan Park Shin Hye. Laman resmi C.N.Blue langsung dipenuhi sekitar lima ribu pendaftar. Dan dengan dua penampilan berikutnya di Music Core dan Music Inkigayo, jumlah fans resmi C.N.Blue bertambah mencapai 13 ribu orang!

C.N.Blue kini boleh pede dengan predikat grup band indie paling berjaya dan penampilannya paling ditunggu-tunggu di setiap acara musik. Mumpung histerianya masih panas, C.N.Blue segera kembali ke Jepang dengan merilis album full pertama, Thanku, yang rencananya dilempar ke pasar 20 Maret mendatang. Dengan pencapaian gemilang ini, C.N. Blue digadang-gadang sebagai 2010 Best Rookie!
Baca Selanjutnya tentang C.N. Blue, Korean Rock Band Melesat Lewat Label Indie